Menurut data angka penderita diabetes di Indonesia ada 6.963.000. Jika
ini dibiarkan, maka pasien diabetes di Indonesia pada tahun 2030 akan
meningkat sebesar 48 persen. diabetes bukan sebuah penyakit yang datang
secara tiba-tiba. Diabetes adalah penyakit yang lebih disebabkan pola
hidup dan pola makan yang kurang sehat. Maka, diabetes sangat bisa dan
sangat mungkin untuk dicegah. Karenanya, dengan mengetahui gejala
diabetes, insya Allah kita bisa terhindar dari penyakit tersebut.
Gejala paling umum yang dirasakan sering disingkat dengan 3P
Polydipsi
: yaitu kondisi dimana seseorang sering haus sehingga banyak minum.
Karena kondisi sel yang ‘kering’ akibat reaksi osmosis atau tertariknya
air sel keluar tubuh.
Polyuri
: yaitu kondisi dimana seseorang sering BAK akibat banyak cairan sel
yang keluar akibat reaksi osmosis dari tingginya kadar gula dalam darah
Polyfagi
: akibat insulin yang tidak lagi sensitif, gula darah tidak bisa
digunakan sel untuk diubah menjadi energi sehingga sel dan tubuh merasa
lapar meski disekelilingnya banyak makanan (gula darah)
Jika tidak mengalami gejala tersebut, apakah saya terhindar dari diabetes?
Ternyata
gejala diabetes tidak hanya ketiga hal tersebut. Ada beberapa gejala
lain yang menurut para ahli bisa menjadi beberapa gejala diabetes.
Kondisi ini seringkali disebut dengan pre diabetes. Di Amerika sekitar 1
dari 4 penduduk Amerika berusia lebih dari 20 tahun yang menderita
prediabetes. Pre diabetes adalah kondisi dimana gula darah yang
cenderung tinggi, tapi belum bisa dikatakan diabetes. Kondisi pre
diabetes ini bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2 dalam jangka waktu
lebih kurang 10 tahun kedepan. Kecuali, mengendalikan faktor yg bisa
diubah yaitu pola makan, olahraga dan penurunan berat badan.
Menurut
Beth Reardon, seorang pakar nutrisi holistik dari Duke Integrative
Medicine at Duke University, menyatakan beberapa gejala yang bisa
menjadi pertanda awal seseorang terkena pre diabetes:
- Merasa Lelah dan Lesu Setelah Makan Besar
Apakah
sahabat pernah merasa mengantuk dan ingin tidur setelah jam makan
utama? Jika iya, hal ini wajar. Karena terjadi lonjakan gula darah di
dalam tubuh.Tapi, kalau kondisi ini terjadi lebih sering maka bisa
menjadi salah satu gejala bahwa diet sahabat adalah sangat pro diabetes
(mendukung potensi diabetes lebih tinggi).
Hal ini bisa
disebabkan makanan yang dikonsumsi terlalu banyak bersumber karbohidrat
sederhana seperti makanan yang banyak mengandung gula pasir, roti dan
makanan yang berbahan dasar tepung. Ketika glukosa beredar di dalam
darah, memicu pankreas untuk melepaskan insulin. Setiap sel memiliki
reseptor insulin yang membuat gula darah masuk kedalam sel dan digunakan
menjadi energi.
Namun, jika gula darah masih terus tinggi
kadarnya di dalam darah, sementara pankreas melihat gula darah masih
tinggi, akhirnya memproduksi insulin lebih banyak lagi. Efeknya, tubuh
menjadi mengantuk dan mungkin menjadi sulit berpikir karena tubuh
berfokus untuk segera menghabiskan glukosa dalam darah.
- Penglihatan Yang Kurang Kurang Jelas
Gula darah yang tinggi bisa menyebabkan perubahan pada lensa mata.
Lensa mata bisa mengalami penyimpangan dan kehilangan fleksibilitasnya
membuatnya lebih sulit untuk fokus terhadap sebuah objek. Jika kondisi
ini berlarut, bisa membahayakan mata dan memicu perubahan pada
penglihatan bahkan kebutaan. Selama ini diabetes bisa menyebabkan
perubahan pada kondisi kesehatan mata seperti penglihatan yang berkabut,
double vision, katarak dan perdarahan
- Kesemutan di Tangan dan Kaki
Tingginya
kadar gula darah bisa membahayakan sistem syaraf. Kondisi ini pada
akhirnya memberikan efek atau sensasi kesemutan di area ekstremitas.
Kondisi ini sering disebut dengan neuropathy. Jadi, jika sahabat sering
merasakan kesemutan, sangat baik jika segera dituntaskan.
Solusi
Jika
sahabat merasakan satu atau lebih gejala tersebut, maka ada beberapa
hal yang bisa dilakukan untuk mencegah agar tidak berlanjut menjadi
diabetes.
- Merubah pola makan dengan mengurangi snack atau
makanan selingan yang banyak mengandung gula, tepung-tepungan, minuman
kemasan, dan snack lainnya.
- Mengkonsumsi lebih banyak sayuran dan buah
- Mengkonsumsi air putih yang lebih banyak, karena
sinyal lapar yang kita rasakan bisa jadi adalah sinyal haus. Karena
letak sinyal lapar dan haus di otak kita saling berdekatan.
- Melakukan terapi akupuntur dan bekam untuk mengendalikan gejala-gejala yang dirasakan di atas di Pondok Holistik Indonesia