Thursday, November 14, 2013

3 Makanan Pengusir Diabetes

Diabetes memang bukan penyakit yang langka lagi saat ini. Bahkan perkembangannya diprediksikan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pencarian orang akan obat alternatif untuk diabetes pun tidak berhenti. Para peneliti juga melakukan hal yang sama, dan yang paling mudah adalah dengan melihat apa yang sudah dilakukan nenek moyang dulu terhadap makanan atau rempah yang dianggap mampu mengobati penyakit tertentu.

Diantara beberapa makanan dan rempah yang sering digunakan, mudah didapat dan tentunya sudah diteliti oleh para peneliti akan kandungan aktifnya untuk pengobatan diabetes

  1. Pare.
    Pare dikenal sebagai sayuran yang memiliki rasa pahit. Nama ilmiahnya Momordica Charantia, banyak ditemukan di wilayah Asia dan sering digunakan dalam sistem pengobatan India atau dikenal dengan Ayurveda. Empat komponen utama dalam pare yang bisa membantu dalam pengobatan diabetes adalah Charantin, Vicine, Polipeptida-p, dan lektin. Kempat senyawa ini memiliki efek menurunkan gula darah. Seperti lektin yang bisa menurunkan gula darah yang bekerja pada jaringan perifer dan menekan nafsu makan. Zat polipeptida-p dikenal sebagai senyawa yang mirip insulin. Penelitian klinis juga telah dilakukan terhadap penderita diabetes tipe 2.

    Seperti yang dimuat dalam Journal o Ethnopharmology pada Januari 2011. Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa 2000 mg pare yang dikonsumsi setiap haru mampu menurunkan gula darah terhadap pasien diabetes tipe 2. Penelitian sebelumnya juga menyebutkan adanya hubungan antara kosumsi pare dan perbaikan kontrol gula darah. Dalam sebuah laporan di Chemistry and Biology tahun 2008 menemukan bahwa pare meningkatkan ambilan glukosa atau gula darah.
  2. Kayu Manis.

    Rempah yang satu ini memang hanya bisa ditemukan di wilayah Asia. Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu produsen kayu manis dunia. Khasiatnya untuk penderita diabetes diawali dari sebuah hasil penelitian yang dikeluarkan oleh jurnal Diabetes Care tahun 2003 yang menyebutkan bahwa kayu manis bisa memperbaiki kadar gula darah dan kolesterol pada pasien diabetes tipe dan bisa menurunkan risiko yang berhubungan dengan penyakit diabetes dan penyakit jantung.Penelitian lain yang dimuat dalam Agricultural Research Magazine bulan Juli, 2000 juga menemukan fakta bahwa mengkonsumsi 1 gram kayu manis per hari saja bisa meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu memperbaiki kondisi pasien tipe 2.

  3. Jahe. Siapa yang tidak kenal jahe? Apalagi di musim hujan seperti ini menjadi begitu nikmat sambil menyantap wedahang ronde. Jahe memang salahs atu rempah yang banyak ditemukan di sleuruh dunia. Mulai dari Afrika, India, China, Australia, Indonesia sampai Jamaika.  Efek penggunaan jahe pada penderita diabetes telah dipublikasikan dalam journal Planta Medica pada Agustus 2012 menunjukkan kemampuan jahe dalam memperbaiki kontrol gula darah dalam jangka waktu yang panjang pada pasien diabetes tipe 2. Peneliti dari University of Sydney, juga menemukan fakta bahwa ekstrak jahe yang kaya akan kandugnan gingerol -zat aktif utama pada jahe- bisa meningkatkan ambilan glukosa atau gula darah pada sel otot tanpa menggunakan insulin dan dimungkinkan bisa membantu manajement pasien diabetes yang memiliki kadar gula darah yang tinggi.



    Nah, ketiga bahan makanan dan bumbu tadi pastinya sangat mudah didapatkan bukan? Jadi, segera ke dapur dan membuat secangkir rebusan jahe dan kayu manis pastinya bisa menghangatkan tubuh ketika hujan turun.

diolah dari diabetes.co.uk

Thursday, October 10, 2013

Terapi Diabetes Jogja


TEMUKAN PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN DIABETES YANG EFEKTIF 

Jumlah penderita diabetes semakin meningkat dari tahun ke tahun i seluruh penjuru dunia. Perubahan pola makan atau diet yang tepat serta gaya hidup sehat bisa membantu mengendalikan gula darah. 

Selain itu, penggunaan obat-obatan untuk diabetes yang disarankan, bukan tidak memberikan efek samping. Kenyataannya, tidak ada obat antidiabetesyang mampu bekerja dengan baik dalam mencegah kelainan profil lemak darah atau dislipidemia, seperti kolesterol tinggi. Kondisi dislipidemia ini bisa memicu komplikasi penyakit jantung.

Karenanya, dibutuhkan jenis terapi lain di luar konvensional yang terbukti bisa membantu mengendalikan gula darah.

AKUPUNTUR
Metode pengobatan dari Negeri Tiongkok ini telah teruji secara empiris dan juga secara klinis mampu memeprbaiki kondisi kesehatan penderita diabetes melalui beberapa mekanisme:
- Akupuntur bisa meningkatkan produksi insulin
- Meningkatkan jumlah reseptor pada sel target untuk glukosa
- Meningkatkan penggunaan glukosa oleh sel
- Menurunkan serum glukosa dengan cara meningkatkan serum insulin dan kadar c-peptida.
- Memperbaiki profil lemak darah (perlu diingat bahwa dislipidemia atau gangguan profil lemak darah sangat sering terjadi pada pasien diabetes tipe 2 dan memicu penyakit jantung dan pembuluh darah)
- Akupuntur juga mampu membantu komplikasi pada kematian system syaraf perifer pasien diabetes seperti mati rasa di area tangan dan kaki, rasa kaku di area ekstremitas atas seperti lengan.

Sayangi keluarga tercinta Sahabat, dengan memberikan terapi yang aman, tepat dan teruji klinis untuk diabetes.

Pondok Holistik Indonesia memberikan layanan bagi penderita diabetes berupa akupuntur, herrbal, diet dan juga layanan catering diet.


Reservsi dan informasi: 


0878 3966 0590
0274 851 6868

Tuesday, October 8, 2013

Akupuntur Bantu Sembuhkan Diabetes

Jumlah penderita diabetes di Indonesia semakin hari bukan lagi semakin menurun justeru meningkat. Jumlah pastinya belum diketahui. Namun menurut catatan dari Kementrian kesehatan RI, terdapat 7,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap penyakit itu, namun hanya 39% yang menerima perawatan dan kurang dari 1% yang berhasil mencapai target pengobatan. Angka peningkatan jumlah pnederita diabetes setiap tahunnya juga meningkat, saat ini mencapai 6% per tahun. Tidak hanya di Indonesia, menurut WHO, dieprkirakan sekitar 353 juta penduduk dunia akan mengidap diabetes di tahun 2030.

Data yang disebutkan adalah data penderita yang sudah mendapatkan terapi pengobatan. Sedangkan bisa jadi, banyak diantaranya yang masih belum mengetahui bahwa tubuhnya mengidap diabetes. Untuk mengetahui gejala diabetes yang bisa diwaspadai silakan membuka artikel http://akupunturjogja.blogspot.com/2013/09/gejala-diabetes-yang-tak-disadari.html

Diabetes bisa disebabkan banyak factor. Mulai factor keturunan, pola hidup dan stress. Stress bahkan bisa memperparah orang yang sudah terdiagnosis diabetes.  Karena hormone stress, kortisol bisa menaikkan kadar gula darah dan memicu resistensi insulin. Stress juga berperan dalam adanya gangguan sindrom metabolic, yang juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Bahkan, depresi juga memicu perkembangan diabetes.

Terapi yang diberikan kepada pasien meliputi kombinasi pola hidup, pola makan dan penggunaan obat. Penggunaan obat diberikan kepada pasien yang gagal dalam mencapai gula darah normal setelah melakukan terpai pola makan dan olahraga. Beberapa obat yang sering diberikan diantaranya sulfonylurea, biguanide, alpha-glucosidase inhibitor, thiazholidinedione dan meglitinide. Meskipun respon awalnya bagus, obat oral ini bisa kehilangan efektivitasnya pada beberapa persen pasien dalam jumlah yang signifikan. Selain itu, kelompok obat-obatan ini juga memiliki efek samping yang bevariasi. Misalnya sulfonylurea menyebabkan penambahan berat badan, biguanide menyebabkan kelelahan, mudah capek, alpha glucosidase menyebabkan diare. Penggunaan insulin pun bisa menyebabkan kenaikan berat badan sampai hipoglikemi. Bahkan tidak ada obat penurun gula darah yang bisa mengontrol kondisi hiperlipidemia atau kelainan kadar lemak darah secara baik. Padahal kondisi hiperlipidemia sangat sering ditemukan pada pasien diabetes.

Kondisi ini pada akhirnya memicu orang untuk mencari terapi lain, selain obat, yang bisa membantu memperbaiki kondisi diabetes mereka. Bahkan di Kanada, menurut survey terakhir, sekitar 75% orang yang menderit adiabetes menggunakan suplemen yang tidak diresepkan dan juga pengobatan alternative.

Salah satu jenis terapi alternative yang sudah disetujui penggunaannya oleh WHO atau badan kesehatan dunia dan juga Departemen Kesehatan Indonesia adalah akupuntur. Beberapa penelitian baik klinis maupun eksperimental telah menunjukkan manfaat terapi akupuntur terhadap diabetes.

Bagaimana Akupuntur Bekerja pada Pasien Diabetes?

Beberapa penelitian menunjukkan manfaat akupuntur untuk diabetes diantaranya:
  1. Akupuntur bisa meningkatkan produksi insulin
  2. Meningkatkan jumlah reseptor pada sel target untuk glukosa
  3. Meningkatkan penggunaan glukosa oleh sel
  4. Menurunkan serum glukosa dengan cara meningkatkan serum insulin dan kadar c-peptida.  
  5. Memperbaiki profil lemak darah (perlu diingat bahwa dislipidemia atau gangguan profil lemak darah sangat sering terjadi pada pasien diabetes tipe 2 dan memicu penyakit jantung dan pembuluh darah)
  6. Akupuntur juga mampu membantu komplikasi pada kematian system syaraf perifer pasien diabetes seperti mati rasa di area tangan dan kaki, rasa kaku di area ekstremitas atas seperti lengan.

Lalu, bagaiamana dengan Anda?
Silakan konsultasikan keluhan Anda dengan tim Pondok Holistik Indonesia


Sumber:

Tong Y, Guo H, Han B, 2010. Fifteen-day acupuncture treatment relieves diabetic peripheral neuropathy. J Acupunct Meridian Stud. 2010 Jun;3(2):95-103  
Awanish et al. 2011. Alternative therapies useful in the management of diabetes: A systematic review. J Pharm Bioallied Sci. 2011 Oct-Dec; 3(4): 504–512 


Hastrin Hositanisita, S.Gz

Tuesday, September 17, 2013

Tarif Akupuntur Diabetes Jogja

Tarif akupuntur, tes kesehatan maupun konusltasi gizi dan catering diet untuk diabetes silakan
klik di link ini

Friday, September 13, 2013

Gejala Diabetes yang Tidak Disadari

        Menurut data angka penderita diabetes di Indonesia ada 6.963.000. Jika ini dibiarkan, maka pasien diabetes di Indonesia pada tahun 2030 akan meningkat sebesar 48 persen. diabetes bukan sebuah penyakit yang datang secara tiba-tiba. Diabetes adalah penyakit yang lebih disebabkan pola hidup dan pola makan yang kurang sehat. Maka, diabetes sangat bisa dan sangat mungkin untuk dicegah. Karenanya, dengan mengetahui gejala diabetes, insya Allah kita bisa terhindar dari penyakit tersebut.

Gejala paling umum yang dirasakan sering disingkat dengan 3P
Polydipsi : yaitu kondisi dimana seseorang sering haus sehingga banyak minum. Karena kondisi sel yang ‘kering’ akibat reaksi osmosis atau tertariknya air sel keluar tubuh. 
Polyuri : yaitu kondisi dimana seseorang sering BAK akibat banyak cairan sel yang keluar akibat reaksi osmosis dari tingginya kadar gula dalam darah 
Polyfagi : akibat insulin yang tidak lagi sensitif, gula darah tidak bisa digunakan sel untuk diubah menjadi energi sehingga sel dan tubuh merasa lapar meski disekelilingnya banyak makanan (gula darah)   
Jika tidak mengalami gejala tersebut, apakah saya terhindar dari diabetes?

Ternyata gejala diabetes tidak hanya ketiga hal tersebut. Ada beberapa gejala lain yang menurut para ahli bisa menjadi beberapa gejala diabetes. Kondisi ini seringkali disebut dengan pre diabetes. Di Amerika sekitar 1 dari 4 penduduk Amerika berusia lebih dari 20 tahun yang menderita prediabetes. Pre diabetes adalah kondisi dimana gula darah yang cenderung tinggi, tapi belum bisa dikatakan diabetes. Kondisi pre diabetes ini bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2 dalam jangka waktu lebih kurang 10 tahun kedepan. Kecuali, mengendalikan faktor yg bisa diubah yaitu pola makan, olahraga dan penurunan berat badan.

Menurut Beth Reardon, seorang pakar nutrisi holistik dari Duke Integrative Medicine at Duke University, menyatakan beberapa gejala yang bisa menjadi pertanda awal seseorang terkena pre diabetes:

  1. Merasa Lelah dan Lesu Setelah Makan Besar
    Apakah sahabat pernah merasa mengantuk dan ingin tidur setelah jam makan utama? Jika iya, hal ini wajar. Karena terjadi lonjakan gula darah di dalam tubuh.Tapi, kalau kondisi ini terjadi lebih sering maka bisa menjadi salah satu gejala bahwa diet sahabat adalah sangat pro diabetes (mendukung potensi diabetes lebih tinggi).

    Hal ini bisa disebabkan makanan yang dikonsumsi terlalu banyak bersumber karbohidrat sederhana seperti makanan yang banyak mengandung gula pasir, roti dan makanan yang berbahan dasar tepung. Ketika glukosa beredar di dalam darah, memicu pankreas untuk melepaskan insulin. Setiap sel memiliki reseptor insulin yang membuat gula darah masuk kedalam sel dan digunakan menjadi energi.

    Namun, jika gula darah masih terus tinggi kadarnya di dalam darah, sementara pankreas melihat gula darah masih tinggi, akhirnya memproduksi insulin lebih banyak lagi. Efeknya, tubuh menjadi mengantuk dan mungkin menjadi sulit berpikir karena tubuh berfokus untuk segera menghabiskan glukosa dalam darah.
  2. Penglihatan Yang Kurang Kurang Jelas

    Gula darah yang tinggi bisa menyebabkan perubahan pada lensa mata. Lensa mata bisa mengalami penyimpangan dan kehilangan fleksibilitasnya membuatnya lebih sulit untuk fokus terhadap sebuah objek. Jika kondisi ini berlarut, bisa membahayakan mata dan memicu perubahan pada penglihatan bahkan kebutaan. Selama ini diabetes bisa menyebabkan perubahan pada kondisi kesehatan mata seperti penglihatan yang berkabut, double vision, katarak dan perdarahan

  3. Kesemutan di Tangan dan Kaki

    Tingginya kadar gula darah bisa membahayakan sistem syaraf. Kondisi ini pada akhirnya memberikan efek atau sensasi kesemutan di area ekstremitas. Kondisi ini sering disebut dengan neuropathy. Jadi, jika sahabat sering merasakan kesemutan, sangat baik jika segera dituntaskan.
Solusi
Jika sahabat merasakan satu atau lebih gejala tersebut, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah agar tidak berlanjut menjadi diabetes. 
  1. Merubah pola makan dengan mengurangi snack atau makanan selingan yang banyak mengandung gula, tepung-tepungan, minuman kemasan, dan snack lainnya.
  2. Mengkonsumsi lebih banyak sayuran dan buah
  3. Mengkonsumsi air putih yang lebih banyak, karena sinyal lapar yang kita rasakan bisa jadi adalah sinyal haus. Karena letak sinyal lapar dan haus di otak kita saling berdekatan.
  4. Melakukan terapi akupuntur dan bekam untuk mengendalikan gejala-gejala yang dirasakan di atas di Pondok Holistik Indonesia

Tuesday, July 9, 2013

Denah Pondok Holistik Indonesia -akupuntur diabetes-

Pondok Holistik Indonesia

Jalan Damai Gang Sunan Muria no. 5
Jaban, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta


0878-3966-0590
0274-851-6868